Kategori: Peternakan

Memiliki Peternakan Bersih dan Nyaman Pilar Keberhasilan Usaha Ternak

Manfaat Memiliki Peternakan yang Bersih dan Nyaman: Pilar Keberhasilan Usaha Ternak

Memiliki peternakan yang bersih dan nyaman bukan hanya tentang memastikan kesejahteraan hewan, tetapi juga memengaruhi produktivitas dan keberlanjutan bisnis. Berikut adalah 10 manfaat utama memiliki peternakan yang bersih dan nyaman:

1. Kesejahteraan Hewan:

Peternakan yang bersih dan nyaman memastikan kesejahteraan hewan. Lingkungan yang baik meminimalkan stres hewan, meningkatkan kesehatan, dan mengoptimalkan produksi.

2. Produktivitas yang Tinggi:

Hewan yang tinggal dalam kondisi bersih dan nyaman cenderung memiliki tingkat produktivitas yang lebih tinggi. Mereka makan dengan baik, tumbuh dengan baik, dan menghasilkan lebih banyak produk.

3. Kualitas Produk yang Lebih Baik:

Dari daging hingga susu dan telur, kualitas produk peternakan yang dihasilkan dari hewan yang hidup dalam lingkungan yang bersih dan nyaman cenderung lebih baik.

4. Pengendalian Penyakit yang Lebih Baik:

Kebersihan peternakan membantu mencegah penyebaran penyakit. Rutin membersihkan kandang dan memantau kesehatan hewan dapat mencegah wabah penyakit yang merugikan.

5. Efisiensi Penggunaan Sumber Daya:

Peternakan yang bersih memungkinkan penggunaan sumber daya seperti pakan dan air menjadi lebih efisien. Ini dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan keuntungan.

6. Reputasi Bisnis yang Baik:

Peternakan yang dikelola dengan baik menciptakan reputasi positif. Konsumen cenderung memilih produk dari peternakan yang dianggap etis dan peduli terhadap kesejahteraan hewan.

7. Keamanan Kerja yang Lebih Baik:

Lingkungan kerja yang bersih dan aman dapat mengurangi risiko kecelakaan dan penyakit yang terkait dengan pekerjaan di peternakan. Ini menciptakan keamanan dan produktivitas yang lebih baik.

8. Pemeliharaan Kualitas Lingkungan:

Meminimalkan limbah dan pengelolaan limbah dengan baik membantu menjaga kualitas lingkungan sekitar peternakan. Hal ini mendukung keberlanjutan dan meminimalkan dampak negatif pada ekosistem lokal.

9. Pemantauan Kesehatan yang Lebih Efektif:

Kandang yang bersih memudahkan pemantauan kesehatan hewan. Penyakit atau masalah kesehatan dapat dideteksi lebih awal, memungkinkan untuk intervensi yang lebih efektif.

10. Penghematan Biaya Perawatan Kesehatan:

Hewan yang hidup dalam lingkungan bersih dan sehat cenderung memerlukan lebih sedikit perawatan kesehatan. Hal ini dapat mengurangi biaya veterinari dan obat-obatan.

Kesimpulan:

Mengelola peternakan yang bersih dan nyaman bukan hanya tentang memenuhi standar etika dan hukum, tetapi juga merupakan langkah-langkah praktis untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan bisnis. Dengan memberikan perhatian yang baik terhadap kebersihan dan kesejahteraan hewan, peternakan dapat mencapai keberhasilan jangka panjang dan memberikan manfaat yang luas, termasuk untuk lingkungan sekitar dan masyarakat.

7 Cara Ternak Sapi Yang Baik Dan Cepat Gemuk

Kebutuhan dan peminatan masyarakat Indonesia pada daging sapi terbilang cukup tinggi. Kisarannya sekitar 60%. Meskipun begitu, pada kenyataannya pemasok atau produksi daging sapi di dalam negeri hanya bisa menenuhi sekitar 20%-nya saja. Adanya fenomena tersebut akhirnya membuat Pemerintah Indonesia terpaksa mengimport daging sapi dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi tersebut. Hal itu tentunya akan berimbas pada harga daging sapi yang melambung tinggi. Padahal melihat adanya kejadian demikian, potensi untuk membudidayakan atau memulai usaha ternak sapi menjadi begitu menjanjikan untuk dijalani.

Apalagi hal tersebut didukung dengan kondisi iklim dan cuaca Indonesia yang cocok untuk membuat ternak sapi ini. Dengan iklim tropis yang dimiliki, terdapat banyak SDA di sekitar yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan alami sapi ternak. Nah, melihat begitu besarnya potensi usaha ternak sapi ini, tidakkah kmau juga ingin memulainya? Jika ya, berikut akan dijabarkan untukmmu mengenai cara ternak sapi yang baik dan cepat gemuk.

1. Tentukan Modal yang Akan Dikeluarkan

Cara #1 untuk berternak sapi yang baik adalah menentukan modal yang akan dikeluarkan terlebih dahulu. Segala usaha membutuhkan modal, begitupun dengan ternak sapi. Di dalam berternak sapi ini memang membutuhkan modal yang tak sedikit. Setidaknya kamu harus menyiapkan modal sekitar 70 juta untuk investasi dan modal awal, serta biaya operasionalnya.

2. Pilih Jenis Sapi yang Akan Diternakkan

Tentukan jenis sapi yang akan dibudidayakan. Tentukan jenis sapi yang akan dibudidayakan. Sumber: Pexels

Cara #2 untuk berternak sapi yang baik adalah memilih jenis sapi yang akan diternakkan. Terdapat beberapa jenis sapi yang bisa kamu ternakka seperti berikut ini.

  1. Sapi Ongole. Jenis sapi ini berasal dari India. Sapi ini dapat dengan mudah beradaptasi dengan iklim di Indonesia. Meskipun, sapi ongole ini memiliki pertumbuhan yang cenderung lambat. Sapi ini juga terbagi lagi menjadi dua jenis yaitu peranakan Ongole (PO) dan Sumba Ongole (SO).
  2. Sapi Bali. Jenis sapi ini juga cukup mudah beradaptasi dan memiliki tekstur daging yang lembut. Oleh karena itulah, sapi ini sering dibudidayakan untuk sapi potong.
  3. Sapi Limosin. Jenis sapi yang memiliki ukuran cukup besar dan sangat cocok untuk dijadikan sebagai sapi potong.
  4. Sapi Brahman. Jenis sapi yang juga memiliki ukuran tubuh yang besar dan pertumbuhan yang relatif cepat.
  5. Sapi Madura. Jenis sapi yang pertumbuhannya cenderung lambat, tetapi menguntungkan dari segi bisnis.

3. Pemilihan Bibit Sapi

Cara #3 untuk berternak sapi yang baik adalah memilih bibir sapi yang tentunya berkualitas. Setelah berhasil menentukan jenis sapi yang akan dibudidayakan, maka langkah selanjutnya adalah memilih bibit sapinya. Nah, didalam pemilihan bibit sapi ini, kamu harus jeli untuk memilih bibit yang berkualitas baik ya! Apa saja yang perlu diperhatikan dalam pemilihan bibit sapi?

  1. Memiliki tanda di telinga yang berarti sudah terdaftar dan jelas silsilahnya.
  2. Usia sekitar dua tahun dengan berat tubuh sekitar 200 kg.
  3. Pilih bibit sapi yang berkelamin jantan karena pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan sapi betina. Oleh karenanya, meskipun memiliki umur yang sama, sapi jantan tersebut akan memiliki bobot dan daging yang lebih besar.
  4. Mata cerah dan bersih. Tidak mengeluarkan kotoran atau air.
  5. Tidak ada tanda kerusakan pada kulit atau bulu yang rontok karena eksternal parasit.
  6. Tidak ada tubuh yang cacat dan memiliki bulu yang halus.
  7. Tidak memiliki gangguan pernafasan misal hidung mengeluarkan lendir.
  8. Kuku tidak bengkak dan tidak panas ketika diraba.
  9. Bagian ekor dan dubur bersih. Tidak ada tanda bekas mencret.
  10. Tubuh kurus dengan tulang menonjol tapi tetap sehat. Hal itu karena kurang pakan, bukan sakit.
  11. Pakan untuk penggemukkan.

4. Siapkan Kandang Sapi

Cara #4 untuk berternak sapi yang baik adalah menyiapkan kandangnya. Tentunya dalam membudidayakan sapi, kamu memerlukan tempat untuk menjalankannya. Dalam pembuatan kandang ini, kamu harus menyesuaikan dengan jumlah sapi yang akan kamu ternakkan ya. Nah, lokasinya kira-kira harus sejauh 10 meter dari rumah dan harus terkena matahari untuk mencegah kelembapan di kandang. Oleh karena itu, terdapat tiga tipe kandang.

  1. Kandang sapi terbuka diterapkan di lokasi dengan dataran rendah yang panas dan dengan tiupan angin yang tidak terlalu kencang.
  2. Kandang sapi setengah terbuka juga diterapkan di lokasi yang sama dengan kandang terbuka.
  3. Kandang sapi tertutup diterapkan di lokasi dingin dan berangin.

Selain itu, dalam pembuatan kadang ini, kamu juga perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Tempat pakan dan minum yang sebaikanya tidak dibuat dari bahan yang bisa menyakiti sapi.
  2. Tempat tambat, sebuah tiang untuk mengikat sapi agar tidak aktif bergerak.
  3. Peralatan kadang.

5. Penggemukkan Sapi

Cara #5 untuk berternak sapi yang baik adalah melakukan proses penggemukkan. Adanya proses penggemukkan sapi ini adalah untuk meningkatkan bobot melalui pembesaran daging dalam waktu relatif singkat yaitu sekitar 3 – 6 bulan. Bagaimana melakukan penggemukkan sapi dalam waktu singkat tersebut? Yaitu dengan memberikan pakan dan nutrisi yang cukup. Dalam pemilihan pakan tersebu, terdapat beberapa hal yang perlu kamu perhatikan yaitu sebagai berikut.

  1. Pakan harus mudah diperoleh.
  2. Mengandung zat gizi yang tinggi.
  3. Harus tersedia setiap waktu dengan harga yang terjangkau.
  4. Pakan tersebut bisa diganti dengan pakan lain asal memiliki kandungan gizi yang sama.
  5. Tidak beracun, dipalsukan, atau rusak.

6. Pemeliharaan Sapi

Cara #6 untuk berternak sapi adalah memelihara sapi dengan baik. Selain pakan, sapi juga harus dipelihara dengan baik yaitu dengan diberikan vaksinasi rutin untuk menghindari penyakit yang serius, misalnya antraks, penyakit mulut dan kuku (PMK), dan lain sebagainya. Sapi juga harus diberikan obat cacing secara teratur.

7. Jaga Kebersihan Kandang Sapi

Cara #7 dalam berternak sapi adalah memelihara kebersihan kandang sapi. Kandang sapi setidaknya harus dibersihan setiap hari atau bahkan sehari dua kali. Adanya pembersihan kandang akan membuat sapi nyaman dan terhindar stress, dan meningkatkan kesehatan dari si sapi karena terhindar dari penyakit akibat kandang kotor. Selain itu, pastikan lantasi kandang selalu kering dan tidak tergenang air untuk emnghindari penyakit kuku.

Untuk kamu yang ingin mendapatkan informasi-informasi lainnya, segera klik tautan berikut. Jangan lupa juga untuk mengikuti media sosial Instagram Vocasia untuk mengetahui update dan informasi terbaru mengenai kursus-kursus menarik dan edukatif yang pastinya sangat berguna untuk kamu!

Baca Juga: 5 Cara Merawat Burung Murai Agar Gacor, Hati-Hati Jangan Salah Perawatan

Budidaya Ayam Ayunai: Panduan Sukses Merawat Ayam Peliharaan dengan Santai

Siapa yang tidak pernah mendambakan memiliki ayam peliharaan yang sehat dan bahagia di pekarangan rumah? Ayam Ayunai, salah satu jenis ayam peliharaan yang populer di Indonesia, bisa menjadi pilihan terbaik untuk mengisi hari-hari kita dengan keceriaan peternakan. Dalam artikel ini, kami akan membahas lebih lanjut tentang budidaya ayam Ayunai dengan gaya santai ala jurnalis. So, simak terus dan nikmati informasi yang menarik ini!

Ayam Ayunai atau sering juga disebut ayam Kampung adalah salah satu ras ayam yang berasal dari Indonesia. Ayam Ayunai dikenal karena sifatnya yang lincah, kuat, dan mudah dijinakkan. Mereka juga memiliki postur tubuh yang cukup besar, dengan bulu berwarna coklat kemerahan yang cantik. Tak hanya itu, ayam Ayunai juga memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya cocok untuk budidaya di rumah.

Pertama-tama, ayam Ayunai adalah ayam yang sangat adaptif dengan cuaca Indonesia yang beragam. Mereka mampu bertahan dalam suhu panas dan dingin, serta tahan terhadap serangan penyakit umum. Hal ini tentunya mempermudah proses perawatan dan pemeliharaan bagi para peternak pemula. Selain itu, ayam Ayunai juga memiliki tingkat keakraban yang tinggi dengan manusia, sehingga mudah dijinakkan dan dipelihara sebagai hewan peliharaan. Mendengar kabar gembira ini, hewan peliharaan lain bisa jadi iri melihat betapa asyiknya kita memelihara ayam Ayunai ini, bukan?

Namun, sebelum memulai perjuangan Anda dalam membudidayakan ayam Ayunai, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Pertama, Anda harus memastikan bahwa Anda memiliki ruang yang cukup untuk membangun kandang ayam yang aman dan nyaman. Pastikan juga Anda memberikan pakan yang baik dan nutrisi yang cukup, serta kebersihan kandang yang terjaga. Ayam Ayunai adalah ayam yang aktif dan doyan bergerak, jadi berikan mereka ruang yang cukup untuk bermain dan beraktivitas, karena gaya hidup aktif ini memang pantas diiringi dengan mini-gym di kandang hewan peliharaan kita, bukan?

Setelah memenuhi semua persyaratan yang diperlukan, tahap selanjutnya adalah mengambil Ayam Ayunai yang berkualitas dari peternakan terpercaya. Anda dapat membeli langsung ayam Ayunai dewasa atau memilih untuk memelihara bibit yang masih anakan. Pada tahap ini, Anda haruslah sabar dan cerdas dalam memilih ayam yang sehat dan bebas dari penyakit. Pastikan Anda memilih ayam yang aktif, memiliki bulu yang bersih dan mengkilap, serta mata yang jernih. Pssst, hindari memilih ayam yang cengengesan dan rewel, karena itu tidak akan membawa kebahagiaan bagi peternakan Anda.

Budidaya ayam Ayunai memang tidak serumit yang dibayangkan. Dengan perawatan yang tepat dan penuh kasih sayang, ayam Ayunai akan tumbuh menjadi seekor hewan peliharaan yang menyenangkan dan menggemaskan. Jangan lupa juga untuk memberikan makanan yang sehat, air bersih, serta vitamin dan suplemen yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Jika Anda menjalankan semua langkah dengan baik, bukan tidak mungkin bahwa ayam Ayunai Anda dapat hidup bahagia dan sehat hingga usia lanjut. Kamu bisa menjadi peternak yang bertanggung jawab dengan menyediakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi ayam Ayunaimu, bukan?

Jadi, mulailah petualangan Anda dalam budidaya ayam Ayunai dengan sikap santai dan penuh semangat. Nikmati setiap momen berharga yang dihadirkan saat merawat hewan peliharaan Anda, dan dapatkan kenikmatan dari hasil kerja keras yang Anda lakukan. Siapa tahu, suatu saat nanti, ayam Ayunai Anda bisa menjadi bintang di mesin pencari Google. Itu, jika mereka mahir menggunakan komputer. So, happy farming, peternak santai!

Apa Itu Budidaya Ayam Ayunai?

Budidaya ayam ayunai atau juga dikenal sebagai Ayam Serama adalah salah satu jenis budidaya ayam yang cukup populer di Indonesia. Ayam ayunai merupakan ayam hias yang berasal dari Malaysia dan memiliki ciri khas ukuran tubuh yang kecil. Ayam ayunai ini sebenarnya termasuk dalam kategori ayam kampung, namun ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan ayam kampung pada umumnya. Ayam ayunai banyak diminati sebagai hewan peliharaan karena memiliki bulu yang indah, gerakan yang anggun, dan juga rajin berkicau.

Cara Budidaya Ayam Ayunai

1. Pemilihan Induk Ayam Ayunai

Langkah pertama dalam budidaya ayam ayunai adalah pemilihan induk ayam yang baik. Pilihlah ayam ayunai betina yang sudah dewasa dan sehat untuk dijadikan induk. Pastikan ayam betina yang dipilih memiliki struktur tubuh yang baik dan bebas dari penyakit atau cacat yang bisa diturunkan ke anak ayam.

Untuk jantan, pilihlah ayam ayunai yang memiliki postur tubuh kecil namun proporsional. Perhatikan juga bentuk kepala, paruh, dan bulu ayam ayunai jantan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

2. Pemilihan Kandang

Setelah memilih induk ayam ayunai, selanjutnya adalah menyiapkan kandang yang sesuai. Kandang ayam ayunai bisa berbentuk kandang konvensional dengan menggunakan bambu atau kandang modern dengan menggunakan bahan-bahan seperti kawat atau kayu. Pastikan kandang memiliki ukuran yang cukup, memiliki ventilasi yang baik, dan juga kebersihan yang terjaga.

3. Pemberian Pakan

Untuk budidaya ayam ayunai, pakan yang digunakan bisa berupa pakan komersial yang sudah tersedia di pasaran atau bisa juga dengan pakan alami seperti jagung, dedak, dan serangga kecil. Pastikan pakan yang diberikan memiliki kandungan gizi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan ayam ayunai.

4. Perawatan dan Pemeliharaan

Selain memberikan pakan yang cukup, perawatan dan pemeliharaan yang baik juga sangat penting dalam budidaya ayam ayunai. Rutinlah membersihkan kandang, memberikan air minum yang bersih, dan memastikan kondisi kesehatan ayam ayunai selalu terjaga. Apabila diperlukan, juga bisa memberikan suplemen atau obat-obatan yang dianjurkan oleh dokter hewan.

Tips Budidaya Ayam Ayunai

1. Pilihlah Induk Ayam Ayunai yang Berkualitas

Untuk mendapatkan hasil budidaya yang baik, pilihlah induk ayam ayunai yang berkualitas baik. Induk yang baik akan menghasilkan ayam ayunai yang sehat dan berkualitas.

2. Jaga Kebersihan Kandang

Pastikan kandang ayam ayunai selalu dalam keadaan bersih. Kandang yang kotor dapat menyebabkan penyakit dan mengganggu kesehatan ayam ayunai.

3. Berikan Pakan dengan Gizi yang Cukup

Pakan yang diberikan harus memiliki kandungan gizi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan ayam ayunai. Jangan lupa juga untuk memberikan air minum yang bersih setiap hari.

4. Pantau Kesehatan Ayam Ayunai

Perhatikan kondisi ayam ayunai secara berkala. Apabila ada tanda-tanda penyakit atau kelainan, segera konsultasikan dengan dokter hewan untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

5. Perhatikan Suhu dan Kelembaban

Ayam ayunai membutuhkan suhu dan kelembaban yang tepat. Pastikan suhu di kandang tidak terlalu panas atau terlalu dingin, serta menjaga kelembaban yang sesuai agar ayam ayunai tetap nyaman.

Kelebihan Budidaya Ayam Ayunai

Budidaya ayam ayunai memiliki berbagai kelebihan, antara lain:

  • Ayam ayunai dapat dijadikan hewan peliharaan yang menarik dan menambah keindahan rumah atau halaman.
  • Ayam ayunai memiliki gerakan yang anggun dan bulu yang indah, sehingga sering digunakan dalam kontes kecantikan ayam.
  • Budidaya ayam ayunai dapat dilakukan secara kecil-kecilan di halaman rumah.
  • Harga ayam ayunai yang berkualitas tinggi dapat mencapai harga yang cukup tinggi di pasaran.
  • Ayam ayunai memiliki tingkat reproduksi yang tinggi, sehingga dapat menghasilkan banyak telur dan anak ayam.

Kekurangan Budidaya Ayam Ayunai

Budidaya ayam ayunai juga memiliki beberapa kekurangan, di antaranya:

  • Ayam ayunai menghasilkan daging yang sedikit, sehingga tidak cocok untuk budidaya komersial yang bertujuan menghasilkan daging dalam jumlah besar.
  • Kebutuhan perawatan ayam ayunai cukup spesifik, seperti kebersihan kandang, suhu yang sesuai, dan pakan yang teratur.
  • Ayam ayunai membutuhkan waktu yang cukup lama dalam proses pemeliharaan hingga menghasilkan ayam dewasa yang siap dipasarkan.

FAQ tentang Budidaya Ayam Ayunai

1. Apakah ayam ayunai bisa dipelihara di kota besar?

Tentu saja, ayam ayunai bisa dipelihara di kota besar. Anda bisa menggunakan kandang yang cukup kecil atau kandang dalam ruangan untuk memelihara ayam ayunai di kota.

2. Apakah ayam ayunai bisa dijadikan sumber pendapatan?

Ya, ayam ayunai bisa dijadikan sumber pendapatan jika Anda menjual ayam ayunai dengan harga yang sesuai atau mengikutsertakan ayam ayunai dalam kontes kecantikan ayam.

3. Bagaimana cara merawat ayam ayunai yang sakit?

Jika ayam ayunai Anda sakit, sebaiknya konsultasikan dengan dokter hewan terdekat untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Jangan mencoba mengobati sendiri karena bisa berbahaya bagi kesehatan ayam ayunai.

4. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk budidaya ayam ayunai?

Waktu yang diperlukan untuk budidaya ayam ayunai hingga ayam dewasa siap dipasarkan berkisar antara 3 hingga 5 bulan, tergantung dari kondisi dan perawatan ayam ayunai.

5. Apakah ayam ayunai bisa dipelihara di dalam rumah?

Ayam ayunai bisa dipelihara di dalam rumah dengan menggunakan kandang kecil atau kandang dalam ruangan. Namun perlu diperhatikan kebersihan kandang agar tidak menimbulkan bau yang tidak sedap.

Baca Juga: https://graciesgardenva.com/adiwana-unagi-suites/

Kesimpulan

Budidaya ayam ayunai merupakan kegiatan yang menarik dan menguntungkan. Dengan perencanaan yang matang, pemilihan induk yang baik, pemberian perawatan yang tepat, dan juga pemenuhan kebutuhan ayam ayunai yang baik, Anda dapat sukses dalam budidaya ayam ayunai. Selain itu, teruslah belajar dan mengikuti perkembangan inovasi dalam budidaya ayam ayunai untuk meningkatkan hasil budidaya dan memperoleh keuntungan yang lebih besar. Jangan ragu untuk mencoba budidaya ayam ayunai dan jadikan hobi ini sebagai sumber pendapatan tambahan yang menyenangkan.

Cara Budidaya dan Ternak Ayam Sumatera

Cara budidaya dan ternak Ayam Sumatera. Sesuai dengan namanya, ayam ini berasal dari pulau Sumatera. Namun sayangnya ayam Sumatera asli kini sulit ditemui akibat dari tingginya ekspor ayam Sumatera ke Eropa pada abad ke 19. Selain itu para peternak ayam di Sumatera justru lebih memilih mendatangkan ayam Bangkok untuk memperbaiki keturunan ayam kampung daripada membiakan ayam asli Sumatera, sedangkan di Eropa ayam ini hanya dijadikan sebagai ayam hias. Oleh karena itu ada baiknya untuk mengembangkan lagi Ternak Ayam Sumatera agar unggas asli Sumatera ini tidak mengalami kelangkaan.

Untuk memulai ternak ayam Sumatera kita perlu mengetahui karakteristik ayam asli Sumatera ini. Ayam Sumatera jantan memiliki berat sekitar 2 kg. Bulu pada leher berwarna oranye dan merah darah, pada punggunnya​ di dominasi warna-warna cantik seperti merah menyala, kuning, ungu dan hijau metalik, bagian bawah perut berwarna hitam dengan sayap kaku pendek berwarna hitam kehijauan, coklat putih dan abu-abu. Ada juga yang didominasi oleh satu warna saja seperti Black Sumatera dan  Kakinya panjang dan kekar dengan sisi besar berwarna hitam keabu-abuan. Tajinya mencuat tajam dan berbonggol besar berwarna hitam kusam.

Sedangkan untuk ayam Sumatera betina memiliki karakteristik tubuh berbentuk tambun dengan berat sekitar 1,5 kg. Bulu badannya didominasi warna hitam, hitam kehijauan dengan garis-garis putih atau coklat kemerahan dengan garis-garis kuning. Kakinya bersisik kecil berwarna hitam kecoklatan. Tulang sayap kokoh dengan bulu-bulu yang keras.

Lalu bagimana kiat-kiat ternak ayam Sumatera ini? Mari kita bahas satu per satu.

  1. Membuat kandang

Seperti pada ternak-ternak unggas pada umumnya, kiat pertama dalam ternak ayam Sumatera yaitu membuat kandang. Kandang sebisa mungkin dibuat sesuai kebutuhan, pada awal adaptasi biarkan ayam berkeliaran bebas, namun secara bertahap usahakan area mengumbar ayam untuk dipagari rapat dan tinggi agar ayam tidak dapat terbang melampaui pagar. Untuk kandang anak ayam pastikan memasang lampu agar anak ayam selalu hangat. Usahakan pula membuat kandang yang luas dengan ayam yang tidak terlalu banyak agar ayam tidak stress.

  1. Memilih ayam yang sehat

Usahakan untuk memilih ayam yang sehat untuk dikawinkan, hal ini sangat berpengaruh pada keberhasilan Ternak Ayam Sumatera. Pisahkan kandang ayam yang sedang sakit, agar tidak menular. Ciri-ciri telur ayam Sumatera yaitu ukuran sedang berwarna kuning kecoklatan dan berbentuk oval memanjang. Anak ayam Sumatra cenderung berwarna putih hingga pada usia 3 bulan, bulunya akan perlahan berganti warna. Sesekali mandikan ayam agar ayam tetap sehat dan menghasilkan anakan yang berkualitas.

  1. Memberikan pakan yang berkualitas

Ayam yang dapat dengan mudah beradaptasi pada segala cuaca ini dapat bertelur pada usia 6 bulan dengan jumlah telur mencapai 100 butir pertahun dan masa produksi hingga 10 tahun, dengan syarat pemberian pakan yang baik, berkualitas dan bernutrisi. Ayam Sumatera dapat diberi makan dengan biji-bijian seperti beras, jagung dan kacang-kacangan. Dapat pula dicampurkan dengan makanan kaya serat seperti sayuran dan rerumputan dan juga makanan hewani seperti jangkrik, cacing dan ulat. Kebersihan tempat makan dan minum juga berpengaruh terhadap suksesnya ternak ayam Sumatera, jadi bersihkan tempat makanan dan minuman secara teratur.

Keberadaannya yang sulit di Indonesia membuat harga ayam ini cukup tinggi, ditambah pula ayam Sumatera termasuk ayam aduan yang handal. Harga ayam Sumatera dewasa bisa mencapai hingga jutaan rupiah. Semoga bermanfaat.

Ayam Sumatra pernah menjadi salah satu mata dagangan penting pada abad ke-19, dengan tujuan Eropa dan Amerika. Sebagai komoditas ekspor dari suatu daerah, tidak bisa disangkal betapa nama Sumatra menjadi terkenal saat itu di kedua benua tersebut. Di belahan dunia barat, pejantan ayam Sumatra diperlukan sebagai ayam hias karena bentuknya yang sedang-sedang, warna bulu yang beragam dan kokoknya sangat lain dengan ayam lokal. Sedang induk betina dikawin silangkan dengan pejantan lokal unggul hingga produktivitasnya cukup tinggi.
Lain di Eropa, lain pula di Sumatra. Para peternak di Sumatra justru mendatangkan ayam Bangkok dengan maksud memperbaiki generasi ayam Sumatra asli agar dapat menjadi jenis ayam lokal unggul. Kemudian perhatian peternak tercurah pada jenis ayam baru yang tangguh, produktif dan lebih tahan dari beberapa serangan penyakit. Namun sangat disayangkan, di sisi lain justru menjadi buah simalakama. Persediaan ayam Sumatra asli semakin menipis karena diekspor terus dan sudah terdesak oleh kehadiran ayam Bangkok. Saat ini keaslian ayam Sumatra patut dipertanyakan, akibat telah mewabahnya ayam Bangkok beserta keturunannya. Sangat dimungkinkan semakin meluasnya perkawinan silang keturunan Bangkok dengan ayam Sumatra asli, sehingga lampu kuning telah menyala, ayam Sumatra asli telah diambang kepunahan.
Menyadari hal tersebut, alangkah baiknya bila mulai sekarang digalakkan lagi kegiatan pengembangbiakkan ayam Sumatra asli, sebagaimana telah berhasil dilakukan oleh para peternak pelung di Jawa Barat. Kalau pada abad ke 19 dapat menjadi barang ekspor yang berarti, mengapa sekarang, pada abad ke 20 yang segalanya serba canggih, justru tidak ? Seperti telah diuraikan di atas, mendapatkan ayam Sumatra asli adalah pekerjaan yang sangat sulit. Kecuali sudah semakin langkah, harus pula mau bersusah payah masuk jauh ke padalaman yang tentu saja tak terjangkau lagi oleh kendaraan darat. Mungkin kita harus berhari-hari berjalan kaki, naik turun bukit. Namun hendaknya kita menyadari, bahwa langkah awal perlu segera ditempuh, karena kalau tidak, kepunahan ayam Sumatra asli akan menjadi kenyataan. Dari pengamatan para pecinta satwa langkah asli nusantara, ternyata ada beberapa perbedaan antara ayam Sumatra saat ini dengan ayam Sumatra hasil penyelidikan yang dilaporkan oleh pakar perunggasan pada awal abad ke 20 yang lalu.

Ciri-Ciri Pejantan Ayam Sumatra

  • Berat rata-rata 2 kg, termasuk kecil bila dibandingkan dengan jenis ayam lokal unggul yang lain. Bentuk badan atletis, dengan dada bidang, kelihatan kekar dan sigap.
  • Bulu hias pada leher pendek-pendek tetapi lebat sekali, berwarna oranye dan merah darah.
  • Sedangkan warna kuning, merah menyala, ungu, hijau mengkilap menghiasi bulu punggung dan pinggangnya.
  • Bulu badan sebelah bawah dan bulu dada berwarna hitam.
  • Bulu sayap kaku, pendek berwarna hitam kehijau-hijauan bercampur warna coklat, putih dan abu-abu.
  • Bulu ekor lebat, keras, panjang menjuntai, tetapi tidak menyentuh tanah.
  • Paruhnya besar, pendek, kuat sekali, berwarna abu-abu kehitam-hitaman.
  • Matanya agak tersembunyi, berwarna merah kehitam-hitaman, kelihatan galak berapi-api.
  • Jenggernya berbentuk jamangan, kecil dan berwarna merah kehitam-hitaman.
  • Demikian pula pial dan cuping telinganya kecil, berwarna merah kehitam-hitaman.
  • Kakinya panjang dan kekar, dengan sisik-sisik besar teratur rapat berwarna abu-abu kehitam-hitaman.
  • Jari-jari kakinya panjang, kokoh, warnanya hitam kusam.
  • Kuku-kukunya panjang, runcing, berwarna hitam abu-abu.
  • Telapak kakinya halus, berwarna kuning jerami.
  • Tajinya mencuat tajam, panjang, berbonggol besar dengan warna abu-abu hitam kusam.
  • Suara kokoknya bernada tinggi.

Ciri-Ciri Betina Ayam Sumatra

  • Berat rata-rata 1,5 kg.
  • Bentuk tubuhnya kelihatan agak tambun tetapi lebih kecil dari pada pejantannya.
  • Jenggernya berbentuk jamangan, kecil, berwarna hitam kemerah-merahan.
  • Pialnya juga kecil berwarna merah darah.
  • Matanya besar, letaknya agak tersembunyi, berwarna hitam.
  • Paruh besar, pendek, berwarna abu-abu kehitam-hitaman.
  • Bulu badan kebanyakan berwarna hitam, hitam kehijau-hijauan bergaris-garis putih atau coklat kemerah-merahan bergaris-garis kuning.
  • Tulang sayap kokoh dengan bulu-bulu keras.
  • Bulu ekor pendek menyempit pada ujungnya.
  • Kaki bersisik kecil-kecil, rapat, berwarna hitam kecoklat-coklatan, demikian pula pada jari-jari kaki yang besar dan kuat.
  • Kukunya panjang, runcing dan melengkung, berwarna hitam kusam.
  • Telapak kakinya halus, berwarna kuning jerami.

Ciri-Ciri Telur Ayam Sumatra

  • Ukuran sedang, warnanya putih kecoklat-coklatan, berbentuk oval memanjang.
  • Setelah dierami induknya selama 21 hari, akan menetaskan anak ayam dengan bulu kapas berwarna kuning pucat berbercak-bercak coklat kehitam-hitaman.

Baca Juga : https://www.maplewood-farm.com/mudahnya-budidaya-ayam-cemani-super-trah-lidah-hitam/

Mudahnya Budidaya Ayam Cemani Super Trah Lidah Hitam

Budidaya ayam cemani super merupakan salah satu jenis usaha peternakan yang dapat menghasilkan keuntungan besar. Karena apabila dijual harga jualnya bisa sangat mahal, bahkan menembus puluhan juta untuk indukannya.

Ayam cemani sendiri banyak dikenal masyarakat Indonesia sebagai hewan mistis dan sering dikaitkan dengan hal-hal gaib. Oleh sebab itu, banyak orang menggunakannya sebagai bahan obat, terutama untuk hal-hal berbau mistis atau gaib.

Kali ini, kami berkesempatan mengunjungi Pak Sismudi di Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, untuk melihat peternakan ayam cemani trah hitam yang menampung sedikitnya 100 ekor.

Mengenal Ayam Cemani Super Trah Lidah Hitam

Menurut Pak Sismudi, ayam cemani memiliki banyak jenis dan yang terbaik adalah jenis super trah lidah hitam. Jenis ini memiliki warna hitam sangat dominan, bukan hanya bulu, tapi lidah, kulit, daging, bahkan tulangnya juga memilihi warna hitam.

Untuk budidaya ayam cemani super ini Pak Sismudi telah melakukannya selama 5 tahun dan telah melakukan beberapa percobaan dalam mengawinkan indukan jantan dengan betina.

Hasilnya, tidak selalu bisa mengeluarkan warna hitam sepenuhnya, bahkan terkadang muncul warna merah dan cokelat pada bulu. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu akan berubah menjadi hitam.

Untuk indukan hitam yang digunakan Pak Sismudi saat ini sangat jarang menghasilkan anakan tidak berwarna seperti indukannya. Sebab memang merupakan indukan terbaik, baik betina maupun jantannya berasal dari trah lidah hitam.

Jenis super trah lidah hitam ini memiliki warna konsisten untuk lidahnya, apabila jenis lain warnanya hanya bertahan sekitar 6 bulan lalu mulai berubah ke merah muda, maka trah lidah hitam warnanya tidak berubah bahkan sampai 6 tahun.

Karena warnanya tidak memudar, membuat hewan ternak satu ini harganya cukup mahal. Mulai dari jutaan hingga puluhan juta. Oleh sebab itu, budidaya ayam cemani super ini sangat menguntungkan, apalagi konsumennya bisa dating dari berbagai daerah di Indonesia.

Ayam cemani sendiri mulanya tidak berwarna hitam, sejarah yang beredar di masyarakat Temanggung bahwa dulunya milik Ki Ageng pergi ke Gunung Kahuripan mencari makan dan saat pulang membawa anak dengan warna hitam seluruh tubuhnya.

Kemudian ada pejabat yang hendak membelinya untuk dijadikan obat. Lalu sampai sekarang Temanggung dikenal sebagai penghasil ayam cemani yang dapat dijadikan sebagai obat tradisional.

Budidaya Ayam Cemani Super Trah Lidah Hitam

Menurut Pak Sismudi, pemeliharaan ayam cemani ini cukup mudah, hanya saja memang harus lebih teliti. Untuk memiliki kualitas terbaik harus dimulai dengan indukan terbaik juga. Jadi, pastikan untuk mencari indukan kualitas super.

Anda dapat membudidayakan melalui telur eram, anakan, atau membeli sepasang indukan. Untuk indukan dengan kualitas terbaik harganya bisa mencapai Rp6 juta per pasang, bahkan ada yang dihargai sampai Rp50 juta.

Selain mencari indukan yang bagus, budidaya ayam cemani super tidak memerlukan perawatan rumit, bahkan sama saja seperti memelihara jenis lain pada umumnya.

Namun, sebaiknya pemeliharaannya menggunakan kandang tertutup. Hal ini untuk mengurangi risiko dicuri sebab harganya cukup mahal slot 10 ribu sehingga menarik perhatian orang dengan niat jahat.

Untuk masalah pakan, Pak Sismudi tidak menggunakan pakan khusus berupa pakan B2 untuk dewasa dan B1 bagi anakan. Untuk dewasa akan diberi tambahan dedak padi sehingga membuat lebih cepat kenyang dan dapat menghemat biaya pakan.

Selain itu, juga diberikan nutrisi tambahan berupa kunyit dan jahe untuk menjaga kesehatan hewan ternak. Caranya dengan memarut kunyit dan jahe lalu dicampurkan pada pakan, nutrisi ini diberikan setidaknya seminggu 2 kali.

Untuk budidaya ayam cemani super melalui telur, Pak Sismudi menggunakan cara alami yaitu dierami langsung oleh indukannya. Selain itu, juga menggunakan mesin. Menurutnya, kedua cara ini sama-sama efektif, tinggal peternak sendiri yang menentukan pilih cara mana.

Urusan pemeliharaan dan perawatan lainnya sama saja seperti pada ayam biasa sehingga tidak perlu rumit maupun ada kesulitan berarti. Hanya saja perlu telaten dan selalu memerhatikan kebersihan kandang juga makanan ternak.

Jika Anda tertarik untuk memelihara ayam cemani, bisa mulai dengan membeli anakan atau indukannya. Dapat mencoba dari jumlah kecil dulu karena budidaya ayam cemani super perlu dikembangkan sedikit demi sedikit.

Baca Juga : https://www.maplewood-farm.com/cara-ternak-ayam-petelur/

Cara Ternak Ayam Petelur. Modal Kecil, Untung Gede!

Apa Itu Ayam Petelur?

Ayam petelur adalah ayam betina dewasa yang dibudidayakan khusus untuk diambil telurnya saja.

Menurut sejarahnya, ayam petelur merupakan jenis ayam yang tinggal di hutan dan dipelihara oleh para penduduk desa.

Biasanya, ayam ini sering kali dijadikan sebagai sumber makanan utama.

Seiring berjalannya waktu, ayam-ayam hutan tersebut diseleksi oleh beragam produsen pangan untuk ditemukan gen unggas petelur dan pedaging paling unggul.

Dengan menyeleksi ayam petelur unggul, produsen akan membuang sifat jelek dan menjaga sifat baiknya.

Ayam petelur unggul yang diseleksi akan dipakai sebagai plasma nutfah untuk dijadikan bibit bermutu.

Budidaya ayam petelur bisa dimulai ketika ayam menginjak umur 5 bulan,  kemduian terus menghasilkan telur sampai 1 atau 2 tahun kemudian.

Akan tetapi, umumnya produksi telur terbaik ada pada tahun-tahun awal ayam mulai bertelur.

Cara Ternak Ayam Petelur Mudah dan Menguntungkan

1. Kenali Jenis untuk Ternak Ayam Petelur

Apabila kamu sudah siap memulai ternak ayam petelur, hal pertama yang harus kamu pikirkan adalah membedakan jenisnya.

Selain itu, kamu juga harus bisa memilih ayam mana yang akan kamu budidaya.

Hal Ini penting untuk dipikirkan karena hasil telur ayam akan menentukan harga jual dan untung yang masuk ke dalam saku.

Ada 2 jenis ayam petelur yang bisa dijadikan ternak, yaitu ayam petelur putih dan petelur cokelat.

Simak perbedaannya di bawah ini.

Petelur Putih (Ayam Ringan)

Karakteristik ayam putih meliputi

  • telur berwarna putih;
  • sensitif terhadap udara panas dan suara bising;
  • berat badan tubuhnya lebih ringan dibandingkan petelur cokelat; dan
  • Paling banyak dijumpai di pasaran.

Petelur Cokelat (Ayam Medium)

Karakteristik ayam cokelat meliputi

  • telurnya berwarna cokelat;
  • sulit dijumpai dan cenderung lebih mahal untuk dibeli;
  • harga telur pun lebih mahal;
  • ukuran telur lebih besar dan lebih bulat; dan
  • bisa dijadikan ayam pedaging.

2. Memilih Bibit Ternak Ayam Petelur

Memilih bibit untuk usaha ayam petelur memang tidak mudah.

Untuk menghasilkan telur yang sempurna dan layak jual, bibit harus diambil dari jenis unggul.

Kamu bisa menetaskan bibit langsung dari telur atau membelinya dari petani ayam petelur.

Berikut adalah hal yang harus kamu perhatikan dalam memilih bibit usaha ayam petelur:

  • Bibit ayam memiliki bulu yang halus dan mengkilap
  • Badan bibit ayam ideal
  • Bibit ayam berasal dari induk yang sehat dan berkualitas
  • Bibit ayam harus sehat
  • Perkembangan bibit ayam harus mulus
  • Nafsu makan bibit ayam tinggi
  • Tidak ada cacat yang terlihat pada badan bibit ayam

3. Memilih dan Membangun Kandang Bisnis Ayam Petelur

Agar bisnis ayam petelur lancar, kamu harus memiliki kandang yang memadai.

Setelah memilih jenis bibit yang diinginkan, simpan bibit tersebut di dalam kandang.

Besar kandang bisa disesuaikan dengan seberapa banyak ayam dan besar bisnis ayam petelur yang akan kamu bina.

Secara umum, jenis kandang ternak ayam petelur ada 2 macam, yaitu kandang baterai dan koloni/umparan.

Kandang Baterai

Secara singkat, kandang baterai adalah jenis kandang yang khusus dibuat untuk bisnis ayam petelur.

Satu kandang baterai biasanya hanya diisi oleh 1 ayam ekor ayam saja.

Itulah mengapa untuk jenis kandang ini peternak harus bisa menyediakan kandang dan lahan yang cukup luas.

Keuntungan dari kandang ini adalah proses pengumpulan telur akan lebih mudah karena telur tidak akan terhalangi atau tertumpuk ayam lainnya.

Kandang Koloni/Umparan

Berbeda jauh dengan kandang baterai, peternak yang memilih kandang koloni atau umparan diharuskan menggabungkan banyak ayam di dalam satu kandang.

Alternatif ini dipilih untuk memulai bisnis ayam petelur dengan skala yang lebih kecil.

Keunggulan kandang koloni juga bisa digunakan untuk ternak ayam pedaging.

Sementara itu, kelemahannya adalah susahnya mencari telur yang tersebar di dalam kandang.

4. Memilih Tempat Ternak Ayam Petelur yang Tepat

Kamu perlu tahu, mencoba bisnis ayam petelur tidak sama dengan membesarkan satu ayam di rumah, terutama untuk usaha berskala besar.

Semakin besar kandang yang dibangun, lahan yang dipilih pun harus semakin luas dan jauh dari pemukiman warga.

Pasalnya, ayam-ayam yang kamu pilih akan menghasilkan bau tidak sedap.

Tentunya, lokasi kandang akan mengganggu tetangga bila disimpan di tengah kompleks.

5. Minum dan Pakan Ayam Petelur

Agar ayam tumbuh dengan sehat dan menghasilkan telur-telur berkualitas, ada beberapa jenis pakan yang bisa kamu pilih.

Jenis pakan ayam berkualitas yang biasanya dipakai banyak peternak adalah jagung, tepung ikan, dan sentrat.

Ketiga jenis pakan ini memiliki kadar protein dan nutrisi yang tinggi bagi ayam.

Pemberian makan untuk bibit ayam terbagi menjadi 2 fase, yaitu starter dan finishing.

Starter diberikan pada empat minggu awal, sedangkan finishing diberikan pada minggu kelima sampai enam.

Untuk minumnya, selain air, peternak juga wajib memberikan obat anti stres.

Obat ini bisa dicampurkan langsung ke dalam minuman.

Jangan lupa berikan sedikit gula agar rasa air tidak terlalu pahit.

6. Perawatan Kandang Ayam Petelur

Cara beternak ayam petelur berikutnya adalah tahu langkah-langkah perawatan ayam, terutama perihal kandang.

Kebersihan kandang ayam merupakan salah satu hal penting yang harus didahulukan.

Kandang yang bersih akan menciptakan telur-telur berkualitas dan melancarkan proses penjualan.

Ayam-ayam yang tinggal di dalam kandang bersih akan jauh dari stres, sehingga panen telur pun tidak akan tertunda dan kita tidak akan kerugian.

Pembersihan kandang dari kotoran baiknya dilakukan setiap hari.

Beberapa peternak ayam membangun kandang di atas kolam ikan untuk menyiasati pembersihan sehingga lebih mudah.

Kotoran ayam akan jatuh langsung ke dalam kolam dan menjadi pangan ikan.

7. Pentingnya Vaksinasi Ayam

Selain menjaga kebersihan kandang, bibit ayam yang kita rawat wajib diberi vaksin.

Vaksinasi merupakan sarana penambah nutrisi dan vitamin untuk ayam, sehingga mereka akan tumbuh lebih sehat.

Tidak hanya pemberian vaksin, pengecekan kesehatan ayam pun harus dilakukan secara rutin.

Jika kamu menemukan ayam yang sakit, segera pisahkan dari kandang sebelum penyakitnya menyebar pada bibit atau indukan ayam lainnya.

Setelah dipisahkan, berikan perawatan intensif, mulai dari pengobatan sampai pemberian vitamin serta nutrisi yang mencukupi.

8. Panen Ternak Ayam Petelur

Cara beternak ayam petelur terakhir adalah memperhatikan proses panen!

Panen telur ayam dapat dilakukan setidaknya 3 kali dalam satu hari, yaitu pada pagi, siang, dan sore.

Walaupun bisa rutin dilakukan, tidak semua telur yang dihasilkan ayam akan memenuhi standar pasar.

Berikut adalah cara memisahkan telur berkualitas dan abnormal:

  • Telur berkualitas berbentuk oval (tidak lonjong atau gepeng)
  • Telur abnormal ukurannya lebih kecil
  • Terlur berkualitas berkulit tipis
  • Telur abnormal mengambang di air (busuk)
  • Telur berkualitas tenggelam di air

Baca Juga : https://www.maplewood-farm.com/berapa-modal-pertama-untuk-ternak-ayam-potong/

FAQ Cara Ternak Ayam Petelur

Berapa modal untuk ternak ayam petelur?

Biasanya, modal untuk ternak ayam petelur adalah sekitar Rp2-Rp3 juta. Rinciannya adalah untuk membeli bibit unggul yang biasanya dipatok seharga Rp800-Rp900 ribu per 100 ekor ayam. Sementara sisanya adalah modal untuk membangun kandang.

Berapa lama ternak ayam petelur?

Untuk budidaya ayam petelur, biasanya kita membutuhkan waktu sekitar 20-30 hari.

Rincian Modal Bisnis Ternak Ayam Potong untuk Pemula

Bisnis ternak ayam potong merupakan salah satu bisnis ternak yang cukup memiliki prospek kedepan yang cerah. Hampir setiap harinya permintaan pasar akan daging ayam sangatlah tinggi dan selalu stabil, maka dari itu bisnis ternak ayam potong bisa dibilang cukup menjanjikan. Keuntungan yang akan Anda dapatkan juga cukup cerah karena selain permintaan pasar yang cukup tinggi, tetapi juga rata-rata harga ayam potong per kilonya sebesar Rp 30.000-Rp 40.000,-.

Untuk Anda yang ingin menjalankan bisnis ternak ayam potong skala menengah tentunya membutuhkan modal yang tidak sedikit jumlahnya. Salah satu modal utama adalah penyediaan tempat dan pangan, serta perawatan ayam-ayam ternak tersebut. Pemilihan lokasi ternak ayam potong juga harus jauh dari keramaian untuk menghindari ayam-ayam ternak menjadi stres. Hal ini juga untuk menghindari bau yang dihasilkan dari kandang ayam ke perumahan warga.

Tips Ternak Ayam Potong

Jika Anda ingin memulai bisnis ternak ayam potong, ada beberapa hal yang harus Anda persiapkan selain modal uang. Berikut adalah tips ternak ayam potong untuk Anda.

  1. Pilih lokasi kandang yang jauh dari pemukiman agar tidak diprotes warga karena bau kotoran yang menyengat dan juga menyebabkan ayam-ayam menjadi stres, radius 750m.
  2. Siapkan kandang yang ideal dan sesuai dengan kecukupan cahaya matahari serta sirkulasi udara bagi ternak anda. Pastikan suhu udara cukup stabil dan tidak berubah secara drastis pada kondisi tertentu, contohnya ketika malam datang suhu menjadi terlalu rendah. Beberapa hal lainnya yang harus diperhatikan, seperti: ketersediaan sumber daya air dan juga listrik.
  3. Berikan pakan secara teratur dan selalu jaga kebersihan kandang serta lingkungan sekitarnya dengan baik, agar sirkulasi udara tetap sehat untuk ternak anda.
  4. Jangan lupa melakukan vaksinasi sebanyak 3 kali secara berkala, yaitu: tepat pada hari ke-7, hari ke-14, dan hari ke-21.
  5. Jangan lupa juga untuk memberikan antibiotik dan vitamin tepat pada waktunya sebanyak 3 kali secara berkala, yakni: tepat pada hari ke-7, hari ke-14, dan hari ke-21.
  6. Mengambil ayam dari kandangnya untuk dipanen membutuhkan trik tertentu. Lakukan panen ayam ini dengan sistematis dan bertahap, karena penangkapan ayam secara serentak malah akan membuat ayam menjadi lemas dan stres.
  7. Mendekati musim harga naik, Anda bisa menyiasatinya dengan menambah produksi 1 periode sebelumnya. Misalnya saat mau hari raya idul fitri, natal,tahun baru atau hari-hari besar lainnya.
  8. Jalin kerja sama dengan perusahaan besar karena lebih aman dalam hal suplai bibit dan harga jual karena sudah ditetapkan sebelumnya.

Setelah Anda memahami bagaimana untuk mengurus ternak ayam potong dan ingin menjalankannya. Anda juga harus memahami resiko-resiko yang akan terjadi apabila Anda ingin menjalankan bisnis ternak ayam potong, sehingga Anda bisa meminimalisir permasalahan tersebut. Berikut adalah beberapa resiko yang mungkin akan Anda hadapi ketika menjalankan bisnis ternak ayam potong:

  • Banyak pesaingnya. Baik itu skala kecil rumahan, skala sedang dengan ribuan ekor, dan besar dengan puluhan sampai ratusan ribu ekor.
  • Area kandang ayam terkenal dengan baunya yang menyengat.
  • Mudah terkena penyakit jika kebersihan dan kesehatannya tidak terjaga.
  • Harganya naik turun.

Ternak ayam potong atau broiler tidak semudah memelihara ayam kampung, karena jenis ayam potong mudah mengalami stres dan mati mendadak. Oleh karena itu, Anda harus memeliharanya dengan penuh perhatian dan perawatan yang maksimal. Selama 2 minggu pertama, Anda harus memperhatikan bibit ayam dengan seksama, Anda harus memastikan apakah ayam-ayam tersebut merasa nyaman di dalam kandang atau tidak. Masa ini merupakan masa adaptasi dengan lingkungan yang baru bagi ayam tersebut. Jika terlihat tidak nyaman, Anda harus mencari solusi dengan cara memindahkan ke kandang yang lain.

Selain itu, Anda juga harus memahami harga pasar ketika anda memulai bisnis ternak ayam potong. Pemahaman harga pasar bertujuan untuk menentukan harga jual daging ternak ayam potong nantinya, sehingga Anda dapat bersaing di pasaran. Jangan sampai Anda mematok harga yang terlalu tinggi dan membuat calon pembeli kabur hanya untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Namun, jangan juga menjual ayam terlalu rendah karena Anda bisa rugi dan bisa juga dijauhi oleh pesaing bisnis yang lainnya.

Analisis modal untuk ternak ayam potong

Menjalankan bisnis ternak ayam potong pastinya perlu modal yang tidak sedikit seperti yang sudah dikatakan sebelumnya. Berikut adalah analisis bisnis untuk ternak ayam potong skala kecil-menengah. Dalam hal ini, kita akan asumsikan bibit yang akan digunakan sebanyak 500 bibit dengan sewa pemakaian lahan seluas 100 m2.

Investasi awal untuk ternak ayam potong

Berikut adalah rincian modal awal yang dibutuhkan:

  • Sewa lahan 100 m2 : Rp 10.000.000
  • Kandang ternak : Rp 5.300.000
  • Peralatan makan dan minum : Rp 800.000
  • Peralatan lainnya : Rp 800.000

Sehingga total modal awal yang harus anda persiapkan untuk ternak ayam potong adalah Rp 16.900.000,-. Biaya tersebut belum termasuk biaya operasional dan bibit.

Biaya Operasional

  • 500 Bibit Ayam : Rp 250.000,-.
  • 12 Karung Pakan : Rp 2.000.000,-.
  • Obat dan Vaksin : Rp 300.000,-.
  • Listrik : Rp 225.000,-.
  • Penyusutan : Rp 600.000,-.
  • 2 Karyawan : Rp 4.000.000,-.

Sehingga total biaya operasional yang harus Anda persiapkan untuk ternak ayam potong adalah Rp 7.375.000,-. Jika dijumlahkan total keseluruhan maka Rp 16.900.000 + Rp 7.375.000 = Rp 24.275.000,-.

Pendapatan

Yang perlu Anda cari tahu adalah berapa bobot dan usia layak panen ayam. Ternak ayam potong dapat dipanen ketika beratnya sudah mencapai 1,5 kg. Bobot tersebut rata-rata tercapai ketika usianya sudah berumur 30-35 hari.

Dengan data tersebut, maka estimasi pendapatan yang akan Anda dapatkan adalah :

  • 500 ekor Ayam x 1,5kg x Rp 20.000 = Rp 15.000.000,-.

Laba yang akan diperoleh adalah :

  • Rp 15.000.000 – Rp 7.375.000 = Rp 7.625.000,-.

Jika dirata-rata selama setahun, maka omset yang akan Anda dapatkan sekitar Rp 150 juta – Rp 180 juta. Laba yang diperoleh selama setahun senilai Rp 70 juta – Rp 90 juta.

Baca Juga : https://www.maplewood-farm.com/5-daftar-provinsi-dengan-populasi-kuda-terbesar-di-indonesia/

Jika usaha ternak ayam potong Anda sudah berjalan dan ingin dikembangkan menjadi lebih besar, Anda dapat mengajukan Pembiayaan Modal Kerja untuk tambahan modal. CIMB Niaga memiliki produk Pembiayaan Modal Kerja dimana Anda akan mendapatkan pembiayaan selama 12 bulan dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan Anda.

5 Rekomendasi Tips Bisnis Peternakan Kuda yang Omsetnya Puluhan Juta

Tips Bisnis Peternakan Kuda – Ingin memulai bisnis peternakan kuda? Tentu saja bisnis ini lebih menantang dibandingkan berkuda. Dalam bisnis peternakan kuda, Anda akan beternak kuda untuk kemudian dijual ke bisnis lain atau pecinta kuda.

Penghasilan utama Anda berasal dari penjualan anak kuda dan kuda muda. Tergantung ras, ras, dan umurnya, Anda bisa menjual seekor kuda dengan harga mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 75 juta. Harganya bisa meroket jika kuda Anda memenangkan kontes kecantikan kuda. Cukup menggoda bukan?

Tips Memulai Bisnis Peternakan Kuda

Meski menggiurkan, modal yang dibutuhkan untuk usaha peternakan kuda juga terbilang kecil.

Anda juga harus memiliki pengetahuan yang cukup untuk beternak kuda. Belum lagi perlunya lahan peternakan yang luas, agar kuda bisa beraktivitas tanpa stres.

Di bawah ini adalah beberapa tips memulai bisnis peternakan kuda yang bisa Anda terapkan jika Anda memutuskan untuk menjalankan bisnis ini.

1. Melakukan riset pasar

Hal pertama yang harus Anda lakukan sebelum memulai bisnis peternakan kuda adalah melakukan riset pasar. Pastikan kebutuhan dan permintaan kuda berada di dekatnya. Misalnya untuk kebutuhan olah raga seperti polo, pacuan kuda dan olah raga berkuda lainnya.

Baca juga: 5 Daftar Jenis Kuda Pacu Bertenaga Super yang Ada di Indonesia

Kuda dibutuhkan untuk rekreasi dan hiburan, seperti menunggang kuda atau menarik kereta. Jika semua kebutuhan tersebut ada di sekitar Anda, Anda berpeluang memasuki pasar yang permintaannya belum terpenuhi.

2. Menghitung Biaya Operasional

Saat memulai bisnis peternakan kuda, Anda perlu melakukan analisis yang akurat mengenai biaya operasional dan perkiraan keuntungan. Apalagi jika berniat mengekspor kuda ke negara lain.

Ada beberapa faktor kunci yang perlu diperhatikan dalam melakukan analisis ini, yaitu akses pasar, akses terhadap pakan, akses terhadap obat-obatan, akses terhadap tenaga kerja, dan kondisi iklim yang baik.

Biaya pengobatan, perawatan dan pakan merupakan faktor terpenting yang berkontribusi terhadap keseluruhan biaya menjalankan usaha peternakan kuda.

Ketiga hal tersebut harus diperhatikan sebagai faktor utama dalam menganalisis biaya operasional dan perkiraan keuntungan.

3. Mengantisipasi Risiko dan Tantangan Bisnis

Salah satu tantangan utama dalam bisnis peternakan kuda adalah keberadaan peternakan kuda lain yang sudah mapan di dekat lokasi Anda. Satu-satunya cara untuk menghindari tantangan ini adalah dengan menciptakan pasar Anda sendiri. Fokus pada segmentasi tertentu, misalnya penyediaan kuda untuk olahraga seperti polo, pacuan kuda, dan lain sebagainya.

Risiko dan tantangan lain yang mungkin Anda hadapi adalah kelesuan ekonomi global, cuaca buruk, bencana alam, kebijakan pemerintah yang kurang menguntungkan, dan hadirnya pesaing baru di lokasi yang sama. Hampir tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk menghadapi risiko dan tantangan tersebut, selain bersikap optimis dan terus bekerja keras.

4. Dapatkan Sertifikasi Profesional

Selain menghasilkan kuda yang berkualitas, sehat dan terawat, Anda juga perlu menunjukkan bahwa Anda adalah seorang profesional di bidang peternakan kuda.

Memperoleh pendidikan terkait peternakan dan sertifikasi profesi sebagai peternak kuda. Memiliki sertifikasi dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan Anda bahwa mereka membeli kuda dari orang yang tepat.

Sertifikasi memvalidasi kompetensi Anda dan menunjukkan bahwa Anda sangat terampil, berkomitmen terhadap karir Anda, dan selalu mengetahui informasi terkini di pasar.

5. Mengelola dokumen terkait legalitas

Dalam usaha apapun, penting untuk memiliki dokumen terkait izin usaha dan legalitas, termasuk usaha peternakan kuda. Jaga semua hal ini jauh-jauh hari, bahkan sebelum Anda memulai operasi bisnis Anda. Hal ini untuk menghindari permasalahan hukum di kemudian hari.

Jika Anda tidak yakin bisa melakukannya sendiri, mintalah bantuan konsultan hukum terkait dokumen apa saja yang perlu Anda lengkapi.

5 Daftar Jenis Kuda Pacu Bertenaga Super yang Ada di Indonesia

Jenis Kuda Pacu Bertenaga Super – Tahukah kamu hewan apa saja yang masih digunakan sebagai alat transportasi? Ya, jawabannya adalah kuda. Hewan genus equus ini telah banyak dimanfaatkan oleh manusia sejak zaman dahulu hingga sekarang. Selain digunakan untuk mengangkat barang, mamalia ini dimanfaatkan dalam bidang pariwisata. Beberapa orang menggunakannya sebagai objek potret.

Anda pasti pernah melihat wisatawan berfoto bersama hewan ini. Tak hanya itu, selama bertahun-tahun hewan ini dijadikan ajang kompetisi bernama pacuan kuda. Di Indonesia sendiri ternyata terdapat berbagai macam jenis kuda balap. Ingin tahu, bukan?

Inilah Jenis-Jenis Kuda Pacu yang Ada di Indonesia

Manusia memanfaatkan kuda untuk balapan karena mempunyai kekuatan yang kuat dan super dalam berlari. Nama-nama kuda pacuan diambil dari daerah asalnya. Berikut jenis-jenis kuda balap yang ada di Indonesia:

1. Kuda Sumba (Sandel)

Jenis kuda balap yang ada di Indonesia ini merupakan jenis kuda balap asli. Berasal dari Nusa Tenggara Timur. Selain itu ia merupakan hewan balap terbaik di negeri seribu pulau, ia juga dijuluki kuda poni cendana.

Memiliki ciri-ciri tubuh kecil dengan tinggi sekitar 1,3 meter. Bentuk punggungnya pendek dan telinganya kecil. Hewan ini mempunyai daya tahan yang sangat kuat dan berlari dengan cepat.

2. Kuda Pacu Jawa

Bodi belakang lebih kecil dari depan. Meski tubuhnya kecil, hewan ini tahan terhadap panas. Selain itu, kaki dan badannya tidak seimbang serta kukunya lunak. Fisiknya cukup kuat. Tingginya sekitar 1,15 meter.

3. Kuda Batak

Tapanuli Utara merupakan rumah bagi kuda jenis ini, khususnya di sekitar Toba. Nama lainnya adalah Batakker. Hewan ini biasanya diekspor ke Malaysia, Singapura dan Sumatera Timur khususnya Deli.

Memiliki tanda tubuh kecil. Tinggi 1,20 meter. Hidungnya panjang dan besar. Ekor panjang. namun sulit untuk menundukkan kepalanya dengan benar karena lehernya yang pendek.

4. Kuda Aceh

Nama lainnya adalah kuda Gayoe, karena asal usulnya berasal dari daerah Gayoe, Aceh. Namun jenis ini juga tersebar di Toba sehingga dijuluki juga kuda Batak.

Ciri-ciri hewan ini adalah lehernya yang pendek, namun punggungnya panjang. Kaki belakangnya terlihat ramping. Tingginya berukuran 1,32 meter.

5. Kuda Flores

Jenis kuda balap yang ada di Indonesia ini mempunyai ukuran tubuh yang kecil. Namun hewan ini sangat jinak. Biasanya diternakkan secara liar di alam liar. Warna tubuhnya coklat kemerahan.

Warna tubuhnya coklat kemerahan. Kelangsungan hidupnya dengan beternak kuda sandel khususnya di daerah Ende. Oleh karena itu disebut juga kuda Sumba.